Daftar 4 Saran Kulineran Unik Sukoharjo waktu Liburan Nataru

Liburan natal dan tahun baru (Nataru) sayang kalaupun dilewati demikian saja. Kecuali wisata, ini saran tamasya kulineran di Sukoharjo yang wajar dilahap waktu berlibur dengan keluarga di moment Nataru kelak.

Tempe Alakathak

Saran pertama tamasya kulineran Sukoharjo yang Here penting dicoba waktu liburan Nataru ialah tempe alkathak. Buat penduduk luar Sukoharjo, jajan tradisionil yang dapat ditemui di Kecamatan Weru, Sukoharjo, ini cukup mungkin asing kedengar di dalam telinga.Tapi buat perantau asal Weru, Sukoharjo, alakathak atau alakatak jadi kulineran unik yang benar-benar digandrungi dan buat kangen.

Di Pasar Tawangkuno, Tawang, Weru, alakathak bisa didapati setiap pasaran Kliwon dan Pahing, di Pasar Warna setiap Wage dan Legi, Manyaran, Wonogiri pada Pon dan Kliwon, dan Semin, Gunung Kidul pada Pon.

Kekhasan alakathak terdapat di rasa koro benguk pada tempe kuat dan memiliki tekstur halus. Sedang mi memiliki tekstur kenyal dengan rasa cemplang. Meskipun penampakannya nampak simple, pengerjaan alakathak menelan waktu beberapa hari.

2. Soto Carikan
Saran ke-2  tamasya kulineran Sukoharjo yang penting dicoba waktu liburan Nataru ialah Soto Carikan. Restaurant soto ayam ini memperoleh peringkat 4,4/5 dari 1.873 review di Google Maps.

Berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 10, Kutorejo, Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Kulineran ini membuka tiap-tiap hari start pukul 06.00 WIB sampai tutup waktu 19.00 WIB.

Menurut penilaian pengunjung, Soto Carikan ada di dalam kanan jalanan lebih kurang 500 mtr. dari lampu merah perempatan pasar carikan mengarah utara.

Cuma dengan 1 menu yang ada, tempat ini termasuk kulineran soto yang terunggul dengan selalu ramai didatangi. Ada lauk pengiring yang komplet dan banyak ada pilihan. Soto Carikan condong fresh berbahan penting ayam daerah.

3. Ayam Daerah Goreng Mbah Karto Tembel
Saran ke-3  tamasya kulineran Sukoharjo yang penting dicoba waktu liburan Nataru ialah ayam daerah Mbah Karto. Makanan itu ialah ayam daerah goreng Mbah Karto Tembel.

Tempatnya ada di dalam Jalan Penuntut umum Agung Raya Suprapto Nomor 8, Gabusan, Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Tamasya kulineran ayam daerah goreng Mbah Karto Tembel membuka tiap-tiap hari start pukul 07.00 WIB dan tutup waktu 20.00 WIB.

Menurut local guide di Google Maps, sepotong ayam goreng Mbah Karto Tembel dilabeli Rp18.000 dan seekor ayam utuh Rp80.000 dengan nasi putih Rp5.000.

Satu diantaranya dari 5 makanan unik Sukoharjo yang berikut jadi kulineran Solo sebagai pujaan Presiden Joko Widodo dan keluarga. Kulineran Ayam Daerah Goreng Mbah Karto Tembel selalu dikunjungi Presiden Joko Widodo kalau pulang rindu Solo.

4. Gempol Pleret
Saran ke-4 tamasya kulineran Sukoharjo yang penting dicoba waktu liburan Nataru ialah gempol pleret. Minuman tradisionil itu sampai saat ini tetap lagi lestari, meskipun tidak banyak penjual yang dapat ditemui di Kabupaten Jamu.

Gempol pleret merupakan minuman yang disediakan seperti dawet. Minuman itu terbagi dari gempol dan pleret yang dibikin dari tepung beras. Gempol punyai rasa renyah dengan wujud bulat-bulat putih.

Sementara pleret berasa sedikit manis lantaran gabungan gula jawa dan punyai bentuk panjang gepeng punya warna coklat. Ke-2  adonan dari tepung beras ini punyai rasa condong cemplang agar rata-rata disediakan kuah santan yang renyah.

5. Sega Guwakan
Saran tamasya kulineran Sukoharjo yang penting dicoba waktu liburan Nataru ialah sega guwakan. Sega Guwakan jadi salah satunya dari 5 makanan unik Sukoharjo. Sangat banyak ditemui di Dusun Ngrombo, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Sega guwakan juga disediakan waktu lawatan delegasi anggota G20. Sega Guwakan itu disajikan komplet dengan wedang jahe yang jadi kulineran tradisionil tempat yang dikenali jadi kunci industri gitar itu.

Sega guwakan memanglah tidak seterkenal sega lantaran, kulineran tradisionil yang asal dari Kabupaten Wonogiri. Meskipun asing di dalam telinga, nama sega guwakan sangatlah dikenali oleh penduduk Dusun Ngrombo.